Mengapa Customer Membeli Dari Anda?

Tips untuk Scale Up Bisnis Anda!

Artikel ditulis oleh :

Danie
Danie
Co-founder dari ActiveFunnel.id. Berawal sebagai marketer rudyngacademy.com, kini Active Funnel melayani marketing untuk coach, trainer, hingga entrepreneur. Saya sangat menyukai menulis dan fotografi terutama street photography.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin

Table of Contents

Simon Sinek membahas dalam bukunya berjudul Start with Why tentang pentingnya pertanyaan mengapa. Faktor mengapa inilah yang memotivasi setiap pengusaha untuk bekerja siang-malam setiap harinya yang bersifat personal & tidak ada seorangpun yang dapat menentukan faktor mengapa ini selain dirinya sendiri.

Termasuk dalam bisnis. Jika ingin bisnis Anda bertahan, Anda harus tahu

MENGAPA CUSTOMER MEMBELI DARI ANDA?

Apa yang memotivasi mereka untuk membeli? Hal ini penting karena menemukan motivasi yang salah dapat menghambat pertumbuhan & penjualan bisnis Anda. Keajaiban terjadi saat faktor mengapa Anda dan faktor mengapa customer Anda bertemu & Anda bukan hanya mengembangkan bisnis Anda, tapi juga membangun hubungan dengan customer Anda.

Jadi bagaimana kita tahu faktor mengapa customer membeli dari Anda?

1. Cari data

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari data informasi, jangan hanya mengandalkan asumsi Anda. Semua informasi ini bisa Anda dapatkan dari ulasan pelanggan, analisa web, survey pelanggan, komentar di Instagram dan Facebook, dll jika Anda cukup jeli dengan informasi ini.

Dan pastikan Anda mencari data kepada orang-orang atau customer-customer yang tepat. Semisal jika produk Anda adalah Alquran, tidak mungkin kan Anda mencari data dari Gereja?

Intinya adalah cari data sesuai dengan target pasar bisnis Anda. Seakurat mungkin. Sehingga data yang Anda dapatkan adalah data yang bisa andalkan.

2. Identifikasi Fans

Identifikasi customer-customer yang merupakan pelanggan setia Anda, yang sering membeli dari Anda, dan yang memiliki cinta kepada bisnis Anda ataupun Anda. Saat Anda mengidentifikasi mereka, cari tahu apa yang mereka sukai dari produk Anda. Salah satu caranya fokus pada kata kunci yang paling sering digunakan ketika customer berbicara tentang produk atau bisnis Anda. Meskipun demografi customer Anda bervariasi, Anda akan mulai melihat pola umum yang sering mereka gunakan ketika berbicara tentang produk atau bisnis Anda dan Anda mulai mengerti mengapa customer Anda terbentuk.

3. Stay Flexible

Walaupun Slack saat ini identik dengan perusahaan komunikasi, namun hanya sedikit orang yang tahu bahwa perusahaan tersebut memulai dari perusahaan game online dengan nama Tiny Speck. Ketika team dari perusahaan Slack menyadari ternyata produk asli mereka adalah aplikasi Messenger dan bukan game yang mereka kembangkan, barulah mereka dapat melambung sangat tinggi. Slack tidak mengubah siapa mereka saat menyesuaikan model bisnis mereka, Slack tetap mempertahankan pendekatan yang unik dalam melakukan bisnis, mereka hanya menyadari faktor mengapa customer dan membuat penyesuaian sehingga membangun perusahaan hingga miliaran dollar.

Jadi jika data memberitahu Anda sesuatu yang tidak Anda harapkan, miliki keberanian untuk melakukan perubahan. Hal ini bukan berarti mengubah faktor mengapa Anda atau bisnis Anda, atau identitas perusahaan Anda.

Ingat!

Sukses adalah memberikan apa yang orang lain mau, lebih cepat, lebih baik!

Bagikan jika Anda rasa artikel ini bermanfaat...

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin