Mempertahankan Customer Lama vs Mencari Customer Baru

Artikel ditulis oleh :

Danie
Danie
Co-founder dari ActiveFunnel.id. Berawal sebagai marketer rudyngacademy.com, kini Active Funnel melayani marketing untuk coach, trainer, hingga entrepreneur. Saya sangat menyukai menulis dan fotografi terutama street photography.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin

Table of Contents

Tidak dapat dipungkiri, customer adalah roda yang membuat bisnis apapun untuk tetap bergerak. Namun, mana yang menjadi prioritas utama dalam bisnis, menjual kepada customer lama, atau mencari customer baru, atau istilah dalam Marketing disebut Customer Retention untuk customer lama, dan Customer Acquisition untuk customer baru? Sebenarnya, bagi Marketer dan Sales, Customer Acquisition cukup populer karena terasa lebih memuaskan ketika mendapatkan customer baru. Namun disisi lain, banyak juga alasan kenapa mempertahankan customer lama menjadi prioritas utama.

1. Lebih Murah

Menarik customer baru melibatkan banyak kerja keras dan usaha. 70% perusahaan mengatakan mempertahankan customer lebih murah daripada mencari customer baru, sementara data statistik mengungkapkan bahwa biaya untuk mendapatkan customer baru bisa 7x lebih mahal.

2. Lebih Mudah

Lebih mudah menjual ke customer yang sudah ada daripada menjual ke customer baru karena semua hambatan untuk membeli sudah teratasi. Customer yang sudah ada hanya perlu sedikit dorongan untuk meningkatkan repeat order & hal ini akan mempercepat proses penjualan.

Sebagai perbandingan, membujuk calon customer menjadi customer membutuhkan banyak waktu dan usaha yang pada akhirnya membuatnya lebih mahal.

3. Lebih Menguntungkan

Studi membuktikan, kemungkinan mengkonversi pelanggan yg sudah ada adalah 60-70%, sementara kemungkinan mengkonversi prospek baru hanya 5-20%. Pemasaran ke pelanggan yang sudah ada tidak hanya mengurangi biaya iklan, tapi juga memberikan kesempatan untuk menunjukkan komitmen Anda berbentuk penghargaan bagi kesetiaan customer, seperti program loyalitas dan penawaran ulang tahun. Hal ini menunjukkan kepada customer bahwa Anda menghargai berbisnis dengan mereka & dapat menjadi strategi yang efektif dalam menciptakan hubungan yang kuat dan menguntungkan.

4. Lebih Baik dalam Memposisikan Bisnis

Salah satu hal terbaik dalam mempertahankan customer lama adalah Anda akan tahu persis orang yang seperti apa yang paling mungkin menjadi pelanggan setia. Disisi lain, jika Anda mengabaikan customer Anda, ini akan membuka peluang bagi mereka untuk berbisnis dengan pesaing Anda. Statistik menunjukkan 61% konsumen membeli produk pesaing ketika mereka mengakhiri hubungan bisnis dengan Anda. Itulah sebabnya retensi sangat penting untuk pertumbuhan reputasi bisnis Anda. Dengan mendapatkan reputasi seperti ini, prospek baru pun akan lebih mudah beralih kepada Anda.

5. Retention = Acquisition

Loyalitas pelanggan sangatlah berharga, bahkan dapat menghasilkan akuisisi customer bagi bisnis Anda. Seperti yang sudah pernah dibahas di postingan sebelumnya, marketing word of mouth bukan hanya gratis tapi juga menjadi salah satu bentuk iklan terpercaya. Dengan strategi ini, jika Anda memperoleh peningkatan 5% dalam retensi customer, Anda sekaligus dapat meningkatkan profitabilitas sebesar 75%. Customer akan selalu mendengarkan customer lain.

Mencari dan mendapatkan customer baru sangat penting pada tahap awal bisnis baru. Tapi setelah Anda mendapatkan satu customer, retensi harus ada di pikiran Anda.

Jadi, apakah customer baru tidak penting?

Jawabannya mau customer baru ataupun customer lama, dua-duanya sama-sama penting karena mereka adalah customer yang menghasilkan uang untuk kita, tapi ingat ini…

Ingat!

80% sumber pendapatan bisnis Anda datang dari 20% customer yang Anda miliki.

Bagikan jika Anda rasa artikel ini bermanfaat...

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin